Create Item

  1. Klik Icon (+) untuk menambahkan informasi terkait barang.

2. Pada Kolom Code Tambahkan kode item.

3. Pada kolom Name Tambahkan Nama Item Anda.

3.Pada kolom COA Tambahkan Chart of Account atau Pos akun item anda. Penjelasan COA default pada program kami seperti dibawah ini :

Chart of Account

Penjelasan

Persediaan Barang Jadi

Mengelompokkan jenis barang jadi atau barang yang telah siap untuk dijual

Persediaan Dalam Perjalanan

Mengelompokkan jenis barang yang telah keluar dari gudang (dalam proses pengiriman ke gudang customer / ataupun dalam proses pengiriman ke gudang anda).

Persediaan Bahan Baku

Mengelompokkan jenis barang baku (bahan utama untuk proses produksi)

Persediaan Bahan Pembantu

Mengelompokkan jenis barang pembantu (bahan pendukung untuk proses produksi)

Persediaan dalam Proses

Mengelompokkan jenis persediaan barang yang masih dalam proses produksi

4.Pada kolom unit tambahkan satuan unit item . Berikut Langkah Langkah Untuk Menambahkan Unit Item:

  1. Klik add unit converter

  2. Tambahkan satuan unitnya , dan jumlah dalam satuan terkecilnya

Contoh : 1 KWINTAL (satuan unitnya) = 100 KG (satuan terkecilnya)

3. Klik default pembelian apabila dia satuan yang digunakan pada saat kita membeli

Contoh : perusahaan membeli barang dengan satuan kwintal dari supplier, maka klik default pembelian tersebut sebagai satuan pembelian

4. Klik default penjualan apabila dia satuan yang digunakan pada saat kita menjual

Contoh : perusahaan menjual barang dengan satuan kilogram kepada customer , maka klik default penjualan sebagai satuan penjualan.

Bertujuan untuk mengubah jenis satuan barang yang dibeli kedalam satuan terkecilnya (mempermudah customer untuk melakukan penjualan barang yang telah dibeli ).

5. Klik update untuk menyimpan satuan unit yang anda tambahkan.

6. Pada Kolom Group Tambahkan Group Item Anda.

  1. Bertujuan untuk mempermudah dalam mengelompkan barang, dan memudahkan user untuk melakukan pengecheckan stock atau pencarian pada masa yang akan datang.

  2. Grup Barang bisa berdasarkan (customer,jenis barangnya, gudangnya, dll)

6. Setelah itu pada STOCK DNA anda bisa mengklik Production Number dan expiry date apabila ingin menambahkan informasi terkait nomor pruduksi barang yang dibeli dan batas akhir pemakainnya.

Ketika user mengaktifkan menu STOCK DNA pada saat penerimaan maupun penjualan barang user harus menginputnya berdasarkan Production Number dan Expiry date

7. Klik Save untuk menyimpan data item yang telah anda buat.

Last updated